Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2018

Nostalgia masa kecil

Saat baru bangun tidur, ku tatap langit-langit langit dirumahku. Tiba - tiba terbawa suasana sewaktu aku masih kecil, pada waktu itu kami masih di zaman 90an yang mana masih asyik dan serunya bermain sama teman untuk memainkan permainan yang unik. Permainan yang kami mainkan seperti kelereng atau Guli, petak umpet, tali, batok lele, layang - layang, gambar, dan ketapel. Memang di zaman waktu itu jauh dari yang nama nya gadget, sehingga untuk berkumpul bersama teman - teman di sore hari sangatlah seru, apalagi di hari libur maka kami bermain dari pagi, sehabis nonton kartun kami pun berkumpul di tempat kami bermain. Pada waktu itu pun untuk berenang kami mencari sungai yang jernih airnya, sungguh benar benar kepuasan yang tiada tara. Suatu hari pada waktu musim ketapel, kalau kalian tau pembuatan ketapel itu sangatlah unik. Cari kayu yang bercabang dua, lalu dibersihkan menggunakan pisau, membentuk huruf Y dan dikasi karet ditambah potongan ban kecil sebagai tempat pelontar nya....

Curhat pelanggan

Aku buka whatsapp, setelah itu ku lihat salah satu pelanggan ku marah-marah di status WhatsApp nya. Yang ditulis nya begini " awas kamu ya w**** mau kemana kamu lari, akan terus ku kejar. Lalu aku mencoba menyapa pelangganku ini " apa kabar pak ? Kenapa pak marah - marah pak ? , Lalu bapak ini menjawab " ini pak teman ku dia hutang 50 juta belum dibayar - bayar, padahal uang itu aku minjam nya dari bank dan gadaikan sertifikat tanah. Aku pun enggan untuk bertanya lebih lanjut, aku hanya berkata ke pelanggan ku ini untuk terus berdo'a semoga dibukakan pintu hati teman nya yang minjam itu supaya mau mengembalikan uang yang sudah dipinjam nya. Kalau aku lihat, ini pastilah masalah bisnis, bisa jadi bisnis bersama atau sistem investasi, dan semacamnya. Di zaman sekarang memanglah harus sangat hati - hati. Walaupun terhadap teman sendiri apalagi masalah uang. Singkat cerita beberapa jam kemudian pelangganku ini chat via WhatsApp," Pak , terimakasih pak do...

Motivasi Zuhri sang pelari

Kita patut berbangga atas keberhasilan putra Indonesia di kancah Internasional pada bidang olahraga yaitu lari. Yang pasti tidak mudah jalan menuju kesuksesan itu. Sangat bersyukur lagi sang pelari juara 1 itu diperhatikan dan di apresiasi. Yah begitulah kehidupan, sewaktu kita belum sukses kita tidak pernah dilihat orang, atau bahkan hanya cibiran yang kita dapatkan. Tetapi dengan semangat dan tekad yang kuat, kita bisa lalui semua rintangan dan berhasil sampai di puncak. Ketika berada dipuncak jangan sampai lupa diri dan lupa akan kebesaran Tuhan. Motivasi dari si pelari cepat itu patut kita tiru, lihatlah keterbatasan bukan menjadi alasan untuk berhasil. Meskipun tinggal di pelosok, tanpa peralatan yang lengkap dan mewah, tanpa banyak yang perhatian. Maka teruslah kita berlari, tanpa putus asa kita kejar impian kita. Jangan lupa untuk selalu bersujud kepada Tuhan yang Esa. Tenang kawan, kita tidak sendirian. Si pelari dari pelosok negri mampu membuktikan usahanya, saatnya ...

Penyakit anak rantau

Merantau adalah pergi dari kampung halaman menuju ketempat orang , atau tempat asing untuk kehidupan yang lebih baik. Ada yang merantau untuk bersekolah, kuliah, atau kerja. Masing - masing dari kita pasti ada yang masih baru merantau, masih belum terbiasa hidup dirantai atau melakukan pekerjaan - perkerjaan yang tidak biasa kita lakukan. Ketika masih dirumah sewaktu mau makan sudah dihidangkan oleh ibu kita, atau untuk membayar uang listrik, dan lain sebagainya semua diurus oleh bapak kita. Ya, tetapi itulah hakikat merantau, untuk berubah menjadi lebih baik, mandiri, sigap dalam segala hal. Kita menemukan masalah - masalah yang baru dan kita belajar menyelesaikan nya sendiri. Tetapi ada satu hal penyakit anak rantau, memang tidak semua, yaitu penyakit malas dan tidak bisa mengatur keuangan. Malas masak sehingga untuk makan pun tidak terkontrol, ketika ada uang kita selalu beli makanan diluar, setelah itu uang semakin menipis kita hanya makan Indomie atau makan sehari hanya ...

Teropong yang hilang

Sejenak aku terbayang teropong keren milikku yang hilang, harganya pun lumayan dan itupun aku beli dari seorang seniorku yang berasal dari Sumatra barat. Teropong itu belinya di Mesir, sangat jauh. Terkadang sesuatu yang sudah kita miliki dan kita pun mengabaikan nya, tetapi setelah hilang baru tau rasanya, sakit. Teropong itu menemaniku mengamati jalanan dari kejauhan, orang yang berlalu lalang, mobil yang lewat, dan para penjual yang menjajakan dagangannya. Jika membayangkannya sedih juga, semoga bisa membeli teropong baru lagi, aku jadikan motivasi untuk menabung. Pengalaman yang aku alami ini semoga dapat menjadi peringatan buat teman semua, agar kita selalu menjaga barang milik kita dengan baik. Terkadang memang tidak kita butuhkan saat sekarang, tetapi sebulan kemudian, atau setahun kemudian bisa jadi barang tersebut sangat penting buat kita. Barangkali orang disekitar kita atau keluarga kita dan juga bahkan kita pun sering membeli barang hanya sekedar iseng, a...

Main game ?? Atur waktu !!

Turun dimana ni ?? Ayo segera ikuti aku, hati-hati ya dan selalu waspada. Turun !! Ambil senjata, bagi medkit, medkit. Ni tas level 2, ni helmet level 3. Awas ada musuh, kejarr !! Serang, serang . Mereka tampak sibuk sekali di layar handphone nya masing - masing. Aku pun mendekat, memperhatikan apa yang mereka mainkan. Ternyata game tembak-tembakan online ini memang sangat populer di kalangan anak - anak hingga remaja.  Istilah "chicken dinner " sudah tidak asing lagi hinggap di telingaku, vest level 3 pun sudah biasa terdengar.  Hmm, kucoba download game yang paling ringan. Setelah itu akan muncul untuk mengetikkan nama, karakter, dan lainnya. Maka siaplah untuk berperang dalam game, ternyata game ini memang bisa bikin ketagihan sehingga bisa malalaikan tugas, menjadi cuek terhadap lingkungan sekitar.  Aku pun tak mau larut dalam game ini, karena memang hanya sekedar mencoba cari tahu bagaimana keadaan mereka yang sedang bermain permainan online ini, sehi...