Skip to main content

Nostalgia masa kecil

Saat baru bangun tidur, ku tatap langit-langit langit dirumahku. Tiba - tiba terbawa suasana sewaktu aku masih kecil, pada waktu itu kami masih di zaman 90an yang mana masih asyik dan serunya bermain sama teman untuk memainkan permainan yang unik.

Permainan yang kami mainkan seperti kelereng atau Guli, petak umpet, tali, batok lele, layang - layang, gambar, dan ketapel.

Memang di zaman waktu itu jauh dari yang nama nya gadget, sehingga untuk berkumpul bersama teman - teman di sore hari sangatlah seru, apalagi di hari libur maka kami bermain dari pagi, sehabis nonton kartun kami pun berkumpul di tempat kami bermain.

Pada waktu itu pun untuk berenang kami mencari sungai yang jernih airnya, sungguh benar benar kepuasan yang tiada tara.

Suatu hari pada waktu musim ketapel, kalau kalian tau pembuatan ketapel itu sangatlah unik. Cari kayu yang bercabang dua, lalu dibersihkan menggunakan pisau, membentuk huruf Y dan dikasi karet ditambah potongan ban kecil sebagai tempat pelontar nya.

Tibalah sore itu kami bermain ketapel, berkumpul dengan teman - teman, dulu yang kami  cari adalah burung yang hinggap di pohon, wah padahal kasian ya burung - burung lagi mau ngadem atau istirahat, hahaha masih bocah.

Setelah itu mulailah kemi mencari batu kecil untuk dilontarkan ke 🐦 . Aku pun dengan bersemangat mencari batu - batu kecil dikarenakan burung - burung itu sudah menampakkan dirinya di pohon. Tanpa melihat apa yang kugenggam aku terus memasukkan sebagian  batu - batu kecil ke dalam saku celanaku.

Tidak lama kemudian aku merasakan benda yang hangat di tanganku, tapi karena asyiknya aku terus menembakkan ketapel itu kesadaran, tetapi anehnya aku tidak melihat peluruku melesat jauh, bahkan hanya turun rendah dengan sangat lambat.

Aku pun merogoh peluru yang ada di dalam celanaku, dan setelah benar - benar ku pegang ternyata peluru ku ini sangat lembek dan bewarna hitam, aku pun mencium nya, weekkkk ternyata peluruku ini tahi kambingggg, parahhh.

Cepat - cepat aku keluarkan tahi kambing yang bulat mirip batu kecil ini dari kantong celanaku, arghhh barangkali kualat tas mengincar burung yang tak berdosa, hahaha.

Instagram   : @afajri346

Line            : afajri346

Comments

Popular posts from this blog

Cahaya Multazam

Buku ini menceritakan bagaimana keajaiban-keajaiban yang terjadi pada diri Penulis. Do'a-Do'a dan keinginan Allah kabulkan dengan jalan yang tak disangka, tak ada yang mustahil bagi Sang Pencipta untuk merubah nasib seorang hamba menjadi lebih baik. Jangan ragu untuk beribadah ke Tanah suci, mulailah pupuk keinginan itu supaya menjadi kenyataan. Sisihkan uang untuk ditabung dibantu dengan do'a dan minta do'a kepada Orang tua, kepada orang yang akan berangkat ke Tanah suci. Minta sebutkan dan panggil nama kita ketika mereka beribadah di Tanah suci, karena sesungguhnya tempat mustajab dan do'a para Nabi berkumpul di tempat yang mulia. Buku Cahaya Multazam juga bagus untuk sedikit bernostalgia ketika sudah pernah beribadah di Tanah suci, menceritakan lokasi yang sudah pernah kita kunjungi dan kembali mengingat apa hikmah yang ada di sana. Bagi yang belum punya pasangan, belum punya buah hati, dan bagi yang sedang menghadapi masalah buka hati untuk membaca buku ...

Curhat pelanggan

Aku buka whatsapp, setelah itu ku lihat salah satu pelanggan ku marah-marah di status WhatsApp nya. Yang ditulis nya begini " awas kamu ya w**** mau kemana kamu lari, akan terus ku kejar. Lalu aku mencoba menyapa pelangganku ini " apa kabar pak ? Kenapa pak marah - marah pak ? , Lalu bapak ini menjawab " ini pak teman ku dia hutang 50 juta belum dibayar - bayar, padahal uang itu aku minjam nya dari bank dan gadaikan sertifikat tanah. Aku pun enggan untuk bertanya lebih lanjut, aku hanya berkata ke pelanggan ku ini untuk terus berdo'a semoga dibukakan pintu hati teman nya yang minjam itu supaya mau mengembalikan uang yang sudah dipinjam nya. Kalau aku lihat, ini pastilah masalah bisnis, bisa jadi bisnis bersama atau sistem investasi, dan semacamnya. Di zaman sekarang memanglah harus sangat hati - hati. Walaupun terhadap teman sendiri apalagi masalah uang. Singkat cerita beberapa jam kemudian pelangganku ini chat via WhatsApp," Pak , terimakasih pak do...

Penyakit anak rantau

Merantau adalah pergi dari kampung halaman menuju ketempat orang , atau tempat asing untuk kehidupan yang lebih baik. Ada yang merantau untuk bersekolah, kuliah, atau kerja. Masing - masing dari kita pasti ada yang masih baru merantau, masih belum terbiasa hidup dirantai atau melakukan pekerjaan - perkerjaan yang tidak biasa kita lakukan. Ketika masih dirumah sewaktu mau makan sudah dihidangkan oleh ibu kita, atau untuk membayar uang listrik, dan lain sebagainya semua diurus oleh bapak kita. Ya, tetapi itulah hakikat merantau, untuk berubah menjadi lebih baik, mandiri, sigap dalam segala hal. Kita menemukan masalah - masalah yang baru dan kita belajar menyelesaikan nya sendiri. Tetapi ada satu hal penyakit anak rantau, memang tidak semua, yaitu penyakit malas dan tidak bisa mengatur keuangan. Malas masak sehingga untuk makan pun tidak terkontrol, ketika ada uang kita selalu beli makanan diluar, setelah itu uang semakin menipis kita hanya makan Indomie atau makan sehari hanya ...