Skip to main content

Motivasi Zuhri sang pelari

Kita patut berbangga atas keberhasilan putra Indonesia di kancah Internasional pada bidang olahraga yaitu lari.

Yang pasti tidak mudah jalan menuju kesuksesan itu. Sangat bersyukur lagi sang pelari juara 1 itu diperhatikan dan di apresiasi. Yah begitulah kehidupan, sewaktu kita belum sukses kita tidak pernah dilihat orang, atau bahkan hanya cibiran yang kita dapatkan.

Tetapi dengan semangat dan tekad yang kuat, kita bisa lalui semua rintangan dan berhasil sampai di puncak. Ketika berada dipuncak jangan sampai lupa diri dan lupa akan kebesaran Tuhan.

Motivasi dari si pelari cepat itu patut kita tiru, lihatlah keterbatasan bukan menjadi alasan untuk berhasil. Meskipun tinggal di pelosok, tanpa peralatan yang lengkap dan mewah, tanpa banyak yang perhatian.

Maka teruslah kita berlari, tanpa putus asa kita kejar impian kita. Jangan lupa untuk selalu bersujud kepada Tuhan yang Esa.

Tenang kawan, kita tidak sendirian. Si pelari dari pelosok negri mampu membuktikan usahanya, saatnya kita lagi yang mengejar impian kita. Run bro, run.

Instagram : @afajri346
Line           : afajri346
Line

Comments

Popular posts from this blog

Cahaya Multazam

Buku ini menceritakan bagaimana keajaiban-keajaiban yang terjadi pada diri Penulis. Do'a-Do'a dan keinginan Allah kabulkan dengan jalan yang tak disangka, tak ada yang mustahil bagi Sang Pencipta untuk merubah nasib seorang hamba menjadi lebih baik. Jangan ragu untuk beribadah ke Tanah suci, mulailah pupuk keinginan itu supaya menjadi kenyataan. Sisihkan uang untuk ditabung dibantu dengan do'a dan minta do'a kepada Orang tua, kepada orang yang akan berangkat ke Tanah suci. Minta sebutkan dan panggil nama kita ketika mereka beribadah di Tanah suci, karena sesungguhnya tempat mustajab dan do'a para Nabi berkumpul di tempat yang mulia. Buku Cahaya Multazam juga bagus untuk sedikit bernostalgia ketika sudah pernah beribadah di Tanah suci, menceritakan lokasi yang sudah pernah kita kunjungi dan kembali mengingat apa hikmah yang ada di sana. Bagi yang belum punya pasangan, belum punya buah hati, dan bagi yang sedang menghadapi masalah buka hati untuk membaca buku ...

Curhat pelanggan

Aku buka whatsapp, setelah itu ku lihat salah satu pelanggan ku marah-marah di status WhatsApp nya. Yang ditulis nya begini " awas kamu ya w**** mau kemana kamu lari, akan terus ku kejar. Lalu aku mencoba menyapa pelangganku ini " apa kabar pak ? Kenapa pak marah - marah pak ? , Lalu bapak ini menjawab " ini pak teman ku dia hutang 50 juta belum dibayar - bayar, padahal uang itu aku minjam nya dari bank dan gadaikan sertifikat tanah. Aku pun enggan untuk bertanya lebih lanjut, aku hanya berkata ke pelanggan ku ini untuk terus berdo'a semoga dibukakan pintu hati teman nya yang minjam itu supaya mau mengembalikan uang yang sudah dipinjam nya. Kalau aku lihat, ini pastilah masalah bisnis, bisa jadi bisnis bersama atau sistem investasi, dan semacamnya. Di zaman sekarang memanglah harus sangat hati - hati. Walaupun terhadap teman sendiri apalagi masalah uang. Singkat cerita beberapa jam kemudian pelangganku ini chat via WhatsApp," Pak , terimakasih pak do...

Penyakit anak rantau

Merantau adalah pergi dari kampung halaman menuju ketempat orang , atau tempat asing untuk kehidupan yang lebih baik. Ada yang merantau untuk bersekolah, kuliah, atau kerja. Masing - masing dari kita pasti ada yang masih baru merantau, masih belum terbiasa hidup dirantai atau melakukan pekerjaan - perkerjaan yang tidak biasa kita lakukan. Ketika masih dirumah sewaktu mau makan sudah dihidangkan oleh ibu kita, atau untuk membayar uang listrik, dan lain sebagainya semua diurus oleh bapak kita. Ya, tetapi itulah hakikat merantau, untuk berubah menjadi lebih baik, mandiri, sigap dalam segala hal. Kita menemukan masalah - masalah yang baru dan kita belajar menyelesaikan nya sendiri. Tetapi ada satu hal penyakit anak rantau, memang tidak semua, yaitu penyakit malas dan tidak bisa mengatur keuangan. Malas masak sehingga untuk makan pun tidak terkontrol, ketika ada uang kita selalu beli makanan diluar, setelah itu uang semakin menipis kita hanya makan Indomie atau makan sehari hanya ...